Minggu, 14 Juli 2019

Suling Dangdut atau Diatonis

Suling Diatonis atau disebut dengan istilah klasik Indonesia bangsing, atau istilah klasik India bansuri, istilah China disebut juga dizi. Memiliki susunan solmisasi yang sama DOREMIFASOLASIDO secara dasar pada posisi skala Mayor dengan nilai satu interval 200 200 200 100 200 200 100 = 1200
200 untuk nada penuh atau 1 not, 100 untuk setengah nada atau 1/2 not ini berarti dalam satu interval melewati 12 X 1/2 dari nada Do kembali ke nada Do.
Setiap nada dasar suling diatonis memiliki 1 interval memiliki nilai sebanyak 1200 not chromatic yang dilalui. Jika kurang atau lebih ini dikenal sebagai false atau fales.
Susunan nada chromatic pada suling skala mayor
C D E F G A B C
C# D# F F# G# A# C C#
D E F# G A B C# D
D# F G A A# C D D#
E F# G# A# B C# D# E
F G A B C D E F
F# G# A# C C# D# F
G A B C# D E F# G
G# A# C D D# F G G#
A B C# D# E F# G# A
A# C D E F G A A#
B C# D# F F# G# A# B
C D E F G A B C

Memiliki karakter yang fleksibel bisa berkarakter energik dan juga bisa melankolik tergantung pembawaan karakter sebuah lagu dan penjiwaan pemakainya.

Di Indonesia Banyak dijumpai pembuat suling handal yang kualitasnya tigak kalah dari produk luar Indonesia. Salah satunya adalah Blogger djominflute ini gaes.. Heheh (GeEr dikit gpp ya)



Untuk menghasilkan suling bambu berkualitas memerlukan pengalaman yang cukup dalam pengolahan bahan baku suling dan proses pembuatan suling itu sendiri dan yang tak kalah penting adalah wawasan tentang musik. Akurasi nada sangat diperlukan supaya bisa harmonis dengan musik lainnya jika dipadukan, tentu juga didukung dengan alat alat yang memadai.
Saya akan mencoba membagikan nilai dari
Frekuensi setiap nada pada ukuran yang menurut saya cukup akurat adalah sebagai berikut :



Rumus pembuatan suling diatonis sangat perlu dimiliki sebagai patokan kita untuk menentukan jarak lubang.

Rumus tersebut adalah
panjang Do adalah 100% jarak dari nada dasar
Panjang Do X 0,43 = SI
Panjang Do X 0,50 = LA
Panjang Do X 0,58 = SOL
Panjang Do X 0,68 = FA
Panjang Do X 0,73 = MI
Panjang Do X 0,83 = RE

Contoh : suling G (umpama/bukan panjang asli) panjang Do dari lobang Tiup ke ujung bambu yang kita tune di nada G panjang 30 cm ini berarti :

30 X 0,43 = SI
30 X 0,50 = LA
30 X 0,58 = SOL
30 X 0,68 = FA
30 X 0,78 = MI
30 X 0,83 = RE

Catatan: rumus diatas hanya sekedar patokan bukan berarti nilai persentase tersebut 100% akurat. Cara penggunaan rumus tersebut tidak bisa sepenuhnya dijelaskan melalui artikel karena terlalu panjang dan lebar butuh berulang ulang uji coba hingga menemukan titik letak lubang tersebut kita simpan dimana dari hasil persentase diatas..

Untuk temen2 yg ingin berbagi pengalaman saran dan kritik silahkan tulis dikolom komentar ya.


  • Jika anda memiliki kesulitan membuat suling sendiri, anda bisa memesan pada kami melalui whatsapp DjominFlute Productions +6289525460927 suling siap pentas atau digunakan sebagai template menduplikasi suling dengan cara mal. 

Suling Sunda



Alat musik tiup tradisional khas Jawa Barat.
Suling sunda lebih berorientasi pada kegunaanya sebagai pengiring musik tradisional seperti, Cianjuran, kawih, degung, celempung, bahkan bisa juga pop sunda hingga kolaborasi dengan musik modern pada surupan/ukuran tertentu.
Mengenali istilah dan kegunaannya dalam suling sunda.

A. Surupan.
Dalam istilah suling sunda, dikenali dengan istilah surupan. Surupan atau nada dasar yg digunakan secara tradisional sejak zaman dahulu dimaksud, untuk menentukan tinggi rendahnya tingkatan nada pada alat musik atau waditra.
Surupan ini mengambil dari istilah standardisasi ukuran suara yang dihasilkan oleh patokan suara menurut Ukuran tertentu, yang dihasilkan oleh bunyi tugu pada panjangnya suling dalam satuan sentimeter.
Contoh beberapa surupan yang biasa dipakai dalam kesenian tradisional sunda
1. Surupan 58, 59, 60, 61 biasa digunakan untuk wanda Cianjuran
2. Surupan 52, 53, 54, 55, 56, 57 biasa digunakan untuk wanda kawih.
3. Surupan 48, 49, 51 biasa digunakan untuk wanda kliningan atau gamelan wayang golek.
Surupan tersebut digunakan dalam satu lagu atau juga satu perangkat waditra sebagai nada dasar tugu yang digunakan.

B. Laras lagu
Dalam satu surupan terdiri dari beberapa laras.
1. Laras pelog atau degung
2. Laras sorog atau madenda
3. Laras mandalung atau mataraman
4. Laras wisaya atau ti panelu
5. Laras salendro

C. Urutan nada pada suling sunda.
Solmisasi dalam suling sun
da (laras pelog atau suling lubang 6) terdiri dari 5 suara yang dihasilkan menurut tingkat dari nada tinggi hingga nada rendah pada posisi 3 lubang bagian tangan atas tertutup dan 3 lubang bagian tangan bawah terbuka dalam satu interval. Da = 1, Mi = 2, Na = 3, Ti = 4 dan La = 5 atau persamaan pada musik barat/modern dari solmisasi tersebut adalah DO SI SOL FA MI

https://youtu.be/y_YS_Cbi-WM

D. Menggunakan suling sunda pada musik barat/modern.
Berikut adalah keterangan memilih surupan atau ukuran tertentu yang secara kebetulan sama dengan ukuran bunyi dari nada dasar musik barat
Suling panjang/dasar pelog
Surupan 65 = E
Surupan 63 = F
Surupan 59 = F#
Surupan 56 = G
Surupan 53 = G#
Surupan 50 = A
Surupan 48 = A#

Catatan : surupan ini masih tentatif, kurang atau lebih 5-10 millimeter panjangnya, ini terpengaruh dari diameter bambu yang digunakan. Untuk lebih akurat lagi mengukur nada suara dengan menggunakan garputala atau alat tuner.

Laras ini terbentuk dari perputaran rotasi ukuran suara tugu yang berpindah posisi penjarian berdasarkan ukurannya, seperti contoh Pelog suara G ada pada posisi DA, pada mandalung menjadi suara G ada pada posisi NA, dan pada wisaya suara G ada pada posisi TI.
Uraian keterangan laras yang terbagi dari ukuran terpanjang hingga paling pendek jika dipadukan nada tugunya dan kegunaannya adalah sebagai berikut :
1. Pelog :
Da = E
Da = F
Da = F#
Da = G
Da = G#
Da = A
Da = A#
Da = B

2. Mandalung/mataraman
Da = A mandalung dari Pelog E
Da = A# mandalung dari Pelog F
Da = B mandalungnya F#
Da = C mandalung dari Pelog G
Da = C# mandalung dari Pelog G#
Da = D mandalung dari Pelog A
Da = D# mandalung dari Pelog A#
Da = E mandalung dari Pelog B

3. Wisaya/ti panelu
Da = B wisaya dari Pelog E
Da = C wisaya dari Pelog F
Da = C# wisaya dari Pelog F#
Da = D wisaya dari Pelog G
Da = D# wisaya dari Pelog G#
Da = E wisaya dari Pelog A

Pemesanan suling bisa langsung menghubungi whatsapp. +6289525460927 


Follow Instagram kami 

YouTube 

Diproduksi langsung oleh Endang Hasanudin atau lebih dikenal dengan panggilan kang Djomin sebagai owner. Lebih mengutamakan kualitas produk dan kepuasan pemakai suling produk kami.