Minggu, 14 Juli 2019


Suling Sunda



Alat musik tiup tradisional khas Jawa Barat.
Suling sunda lebih berorientasi pada kegunaanya sebagai pengiring musik tradisional seperti, Cianjuran, kawih, degung, celempung, bahkan bisa juga pop sunda hingga kolaborasi dengan musik modern pada surupan/ukuran tertentu.
Mengenali istilah dan kegunaannya dalam suling sunda.

A. Surupan.
Dalam istilah suling sunda, dikenali dengan istilah surupan. Surupan atau nada dasar yg digunakan secara tradisional sejak zaman dahulu dimaksud, untuk menentukan tinggi rendahnya tingkatan nada pada alat musik atau waditra.
Surupan ini mengambil dari istilah standardisasi ukuran suara yang dihasilkan oleh patokan suara menurut Ukuran tertentu, yang dihasilkan oleh bunyi tugu pada panjangnya suling dalam satuan sentimeter.
Contoh beberapa surupan yang biasa dipakai dalam kesenian tradisional sunda
1. Surupan 58, 59, 60, 61 biasa digunakan untuk wanda Cianjuran
2. Surupan 52, 53, 54, 55, 56, 57 biasa digunakan untuk wanda kawih.
3. Surupan 48, 49, 51 biasa digunakan untuk wanda kliningan atau gamelan wayang golek.
Surupan tersebut digunakan dalam satu lagu atau juga satu perangkat waditra sebagai nada dasar tugu yang digunakan.

B. Laras lagu
Dalam satu surupan terdiri dari beberapa laras.
1. Laras pelog atau degung
2. Laras sorog atau madenda
3. Laras mandalung atau mataraman
4. Laras wisaya atau ti panelu
5. Laras salendro

C. Urutan nada pada suling sunda.
Solmisasi dalam suling sun
da (laras pelog atau suling lubang 6) terdiri dari 5 suara yang dihasilkan menurut tingkat dari nada tinggi hingga nada rendah pada posisi 3 lubang bagian tangan atas tertutup dan 3 lubang bagian tangan bawah terbuka dalam satu interval. Da = 1, Mi = 2, Na = 3, Ti = 4 dan La = 5 atau persamaan pada musik barat/modern dari solmisasi tersebut adalah DO SI SOL FA MI

https://youtu.be/y_YS_Cbi-WM

D. Menggunakan suling sunda pada musik barat/modern.
Berikut adalah keterangan memilih surupan atau ukuran tertentu yang secara kebetulan sama dengan ukuran bunyi dari nada dasar musik barat
Suling panjang/dasar pelog
Surupan 65 = E
Surupan 63 = F
Surupan 59 = F#
Surupan 56 = G
Surupan 53 = G#
Surupan 50 = A
Surupan 48 = A#

Catatan : surupan ini masih tentatif, kurang atau lebih 5-10 millimeter panjangnya, ini terpengaruh dari diameter bambu yang digunakan. Untuk lebih akurat lagi mengukur nada suara dengan menggunakan garputala atau alat tuner.

Laras ini terbentuk dari perputaran rotasi ukuran suara tugu yang berpindah posisi penjarian berdasarkan ukurannya, seperti contoh Pelog suara G ada pada posisi DA, pada mandalung menjadi suara G ada pada posisi NA, dan pada wisaya suara G ada pada posisi TI.
Uraian keterangan laras yang terbagi dari ukuran terpanjang hingga paling pendek jika dipadukan nada tugunya dan kegunaannya adalah sebagai berikut :
1. Pelog :
Da = E
Da = F
Da = F#
Da = G
Da = G#
Da = A
Da = A#
Da = B

2. Mandalung/mataraman
Da = A mandalung dari Pelog E
Da = A# mandalung dari Pelog F
Da = B mandalungnya F#
Da = C mandalung dari Pelog G
Da = C# mandalung dari Pelog G#
Da = D mandalung dari Pelog A
Da = D# mandalung dari Pelog A#
Da = E mandalung dari Pelog B

3. Wisaya/ti panelu
Da = B wisaya dari Pelog E
Da = C wisaya dari Pelog F
Da = C# wisaya dari Pelog F#
Da = D wisaya dari Pelog G
Da = D# wisaya dari Pelog G#
Da = E wisaya dari Pelog A

Pemesanan suling bisa langsung menghubungi whatsapp. +6289525460927 


Follow Instagram kami 

YouTube 

Diproduksi langsung oleh Endang Hasanudin atau lebih dikenal dengan panggilan kang Djomin sebagai owner. Lebih mengutamakan kualitas produk dan kepuasan pemakai suling produk kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar